Selasa, 20 Januari 2009

Sumber Dari Trubus




Mata bor berdiameter 0,75 cm itu dibenamkan ke pohon setinggi 15 m. Dalam hitungan detik lubang sedalam 1/3 diameter batang yang mencapai 40 cm terbentuk. Selesai dengan satu lubang, bor dibenamkan ke titik lain berjarak 10 cm ke samping dan 15 cm ke atas. Setelah seharian, 2.000 lubang menyelimuti pohon berumur 15 tahun itu.

Begitu selesai melubangi, Ali Imron Batubara menyuntikkan inokulat cair berisi cendawan Fusarium sp. Pintu lubang dibiarkan terbuka. Pada 2006-3 tahun setelah inokulasi-warna kayu di sekitar lubang terlihat lebih cokelat. Pada saat itulah Ali menebang pohon dan menuai 10 kg gaharu kelas C dan abu per pohon.

Yang dilakukan kelahiran 23 Desember 1973 itu ialah merekayasa produksi gaharu. Secara alami gaharu terbentuk karena pohon penghasil gaharu-kebanyakan dari jenis Aquilaria-mengalami luka. Cendawan di sekitar tanaman lalu menginfeksi bagian luka. Bertahun-tahun berselang terbentuklah gubal beraroma harum.
Benteng pertahanan

'Gubal terbentuk karena rangsangan dari mikroba yang masuk ke jaringan tanaman,' kata Dr Ir Mucharromah, MSc, peneliti gaharu dari Universitas Bengkulu. Mikroba-berupa cendawan atau bakteri-masuk melalui luka. Luka bisa disebabkan karena pengeboran, penggergajian, bahan cabang patah, atau kulit terkelupas.

Di Kelurahan Sidomulyo, Bengkulu, Jasmi Syafaruddin punya 5 pohon. Gara-gara Jasmi membakar sampah di dekat situ, kulit 2 tanaman terkelupas. Dalam posisi telanjang seperti itu diduga fusarium datang menyerang. Dua pohon berumur 5 tahun itu sekarang sudah bergubal. Abdulqodir Hadi Mustofa Habibullah di Jambi mencoba mengebor secara vertikal. Mata bor ¾ inci dibenamkan sedalam 1-3 m. Lalu minimal 10 botol inokulan fusarium bervolume 600 cc dikucurkan. Dari proses itu Habib mulai menuai gaharu.

Ketika mikroba masuk jaringan tanaman, ia dianggap sebagai benda asing. Makanya tanaman merespon dengan mengeluarkan penangkal. Tri Mulyaningsih, MSi, ahli gaharu dari Universitas Mataram menyebut zat imun itu fitoalexin. Bentuknya berupa resin beraroma yang diproduksi oleh alkaloid sel. Resin berwarna cokelat itu melindungi sel-sel tanaman dari serangan mikroba. 'Ia membentengi sel dari serangan mikroba,' kata Mucharromah. Resin melokalisir kerusakan akibat serangan mikroba supaya luka tidak meluas ke jaringan lain. Deposit resin-pada jaringan hidup-yang terus menumpuk berujung pada terbentuknya gaharu.

Salah satu ciri yang dapat dijadikan indikator tajuk tanaman menguning dan rontok, pada batang atau cabang terjadi pembengkakan, pelekukan, atau penebalan. Namun, ketika mikroba terlalu perkasa, gubal urung terbentuk. Tanaman bisa mati-minimal batang busuk-karena kalah kuat melawan keganasan si penyusup. Jika respon tanaman terlalu kuat, gubal yang sempat terbentuk akan menghilang.
Penyebab harum

Kejadian itu lantaran, 'Respon setiap jenis tanaman terhadap infeksi mikroba berbeda-beda,' lanjut Mucharromah. Oleh karena itu mesti ada 'kecocokan' antara jenis tanaman penghasil gaharu dengan mikroba inokulannya. Yang dipercaya sebagai inokulan utama di alam adalah Fusarium sp.

Penelitian doktor patologi tanaman dari Universitas Kentucky, Amerika Serikat, itu menunjukkan di Bengkulu F. cylindriscorpum dan F. oxysporum paling top 'mengundang' gubal pada A. malaccensis.

Pada proses inokulasi buatan, 'Sukses-tidaknya pembentukan gaharu bisa diketahui sejak hari ke-5 pascainokulasi,' kata Ir Hartal MP, juga peneliti gaharu dari Universitas Bengkulu. Pada bagian yang terbentuk gaharu terlihat kayu berubah warna menjadi kecokelatan. Perkara terbentuknya aroma harum gaharu, itu karena resin yang dihasilkan oleh alkaloid sel berupa oleoresin dengan kandungan fitokimia sesquiterpene.

Secara tradisional masyarakat sudah melakukan inokulasi dengan berbagai cara. Penduduk Papua 'mengundang' gaharu dengan jalan membacok sekujur batang pohon. Di Sumatera pohon penghasil gaharu dilukai dengan menancapkan paku atau memantek bambu ke batang. Sementara Suku Dayak di Kalimantan mencampur gula merah dan oli. Campuran itu digantung di pohon dan dibiarkan menetes melukai batang. Semua berharap dari luka mucullah gubal. (Evy Syariefa/Peliput: Faiz Yazjri, Karjono, dan Tri Susanti)

PENDAFTARAN DIBUKA - KURSUS PENANAMAN DAN INDUSTRI GAHARU BULAN NOV 2012

Dijemput kepada penanam, bakal penanam pokok gaharu supaya menghadiri Kursus Penanaman Gaharu. Matlamat kursus ialah mendedahkan kepada peserta cara-cara penanaman gaharu (mengikut cara yang betul) mengenal jenis pokok gaharu, mengetahui potensi hasil gaharu dan indusrtinya dan pasarannya. Anda akan didedahkan ilmu dan maklumat oleh En. Mat Hasbollah Bin Sudin ( Pengurus Besar Gaharuman Resources) Kursus tersebut akan diadakan pada :

Tarikh : 25 NOVEMBER 2012 (Ahad)


Masa : 8.30pg - 3.30ptg

Tempat : Tanjong Karang Selangor.

Yuran : RM 250.00

Makan minum, kertas kerja, sijil penyertaan diberi.

Maklumat lanjut 0133707271

Gaharu

Gaharu
GAHARU sejenis kayu dengan berbagai bentuk dan warna yang khas, serta memiliki kandungan kadar damar wangi, berasal dari pohon atau bagian pohon penghasil gaharu yang tumbuh secara alami dan telah mati, sebagai akibat dari proses infeksi yang terjadi baik secara alami atau buatan pada pohon tersebut, dan pada umumnya terjadi pada pohon Aguilaria sp. (BSN, 1999).